STRATEGI KAMPANYE

,STRATEGI KAMPANYE  MENJELANG PEMILU 2009

Partai peserta pemilu 2009 mempersiapkan diri untuk pasang strategi dalam kampanye Pemilu 2009 agar mendapat dukungan massa yang lebih banyak,  dengan berbagai macam cara dipersiapkan, mulai dari sekarang sudah berusaha menjaring simpatisan untuk partainya.

Figur calon pemimpin yang akan ditampilkan oleh partai juga merupakan suatu andalan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, terutama figur calon pemimpin yang  sudah dikenal oleh masyarakat luas baik di kota maupun di desa asal kelahirannya, untuk Pilkada calon pemimpin dari Putra daerah lebih berpeluang besar untuk mendapat kemenangan.

Persiapan pengadaan spanduk, sticker, dan lain-lain yang sudah lazim dipergunakan untuk menarik massa pada saat kampanye,  Namun cara baru untuk menarik simpatisan perlu di cari terobosan baru, terutama yaitu  :

  LAGU : Persiapan pembuatan lagu oleh partai sangat mendukung sebelum kampanye dimulai, maupun menjelang hari kampanye nanti, Karena dengan adanya lagu dapat menghemat biaya kampanye dan juga lagu tersebut dapat didengar dimanapun berada, baik yang berada di kota maupun yang berada dipelosok desa,  mereka dapat mendengar lagu tersebut melalui siaran Radio dan melalui media TV. 
Pembuatan Lagu terbaru lebih baik daripada  memakai irama lagu yang sudah beredar di pasaran.
Syair lagu juga harus lengkap dengan program yang ditawarkan kepada masyarakat  yang bertujuan untuk memberantas Korupsi, mengatasi kemiskinan dan membantu biaya pendidkan, hal ini akan menyentuh hati masyarakat. Kaset dan CD lagu dapat dibagikan pada saat kampanye.

  KARTU ANGGOTA Pembagian kartu anggota kepada masyarakat untuk membeli sembako merupakan cara jitu untuk menjaring simpatisan partai. Apalagi dengan system “ MEMBELI DAN MENABUNG “ untuk mengatasi kemiskinan.
Dengan sistem ” Membeli dan Menabung” Partai tidak perlu menyiapkan biaya untuk pembelian sembako dan Partai tidak perlu khawatir akan biaya administrasi, karena partai juga mendapat keuntungan dari sistem ini ?

Partai hanya membuatkan Kartu anggota untuk menjaring simpatisan partai, kemudian Partai bekerjasama dengan Toko atau Supermarket dalam pengadaan dan penjualan barang atau sembako.
Partai merupakan suatu bagian pemasaran, sedangkan  Supermarket merupakan suatu bagian penjualan dan pengadaan barang untuk anggota partai.
Di kartu tersebut tertera nomor anggota partai dan nomor rekening tabungan, dengan keterangan, “ Apabila partai tersebut menang dalam Pemilu maka pengadaan penjualan barang dan sembako berjalan setiap hari selama 5 (lima) tahun“  berlaku bagi pemegang kartu anggota partai , dan setiap pembelian barang anggota Partai mendapat tabungan 3 % (TIGA PERSEN )

Harga sembako di Supermarket walaupun dengan harga yang sama dipasaran akan tetap diserbu oleh anggota Partai, karena adanya sistem membeli dan menabung dapat mengatasi kemiskinan, maka terjalin ” Bisnis Bersama ” dan terjaring pula anggota tetap bagi partai.

Misalnya : Pembelian barang satu bulan Rp.2.000.000 X 3 %  = Rp. 60.000 ( enam puluih ribu rupiah ) Simpanan untuk anggota partai per bulan

Maka dalam satu tahun mendapat simpanan tabungan Rp.60.000 X 12 bulan = Rp. 720.000. ( tujuh ratus dua puluh ribu )

Kalau angota partai berjumlah 1000 orang X Rp.60.000 = Rp. 60.000.000 ( Enam puluh juta rupiah )

Uang tersebut di DEPOSITOKAN per bulan Rp.60.000.000. X 2 % = Rp.1.200.000 ( Satu juta dua ratus ribua rupiah) per bulan keuntungan bagi Partai untuk biaya administrasi. 

Pembagian hasil tabungan satu tahun sekali dilakukan oleh Partai, agar terjalin kerukunan antara anggota dengan Partai.

Dengan adanya system “ MEMBELI DAN MENABUNG “ ini masa depan anggota partai akan cerah karena punya simpanan tabungan. Maka tujuan partai untuk mengatasi kemiskinan akan tercapai dan kemenangan bagi partai akan tercapai pula, sehingga setiap kali ada pencalonan Pilkada maupun Pemilu periode selanjutnya mereka tetap mendukung partai tersebut.

TIM SUSKES menentukan dalam hal menjaring masyarakat, apalagi di saat kampanye akan diadakan Team sukses harus kreatif dan pandai bicara dan juga jangan sampai mengecewakan para pendukung partai,  seperti tidak mendapat baju kaus dan lain-lain pada saat akan kampanye. Kerena kecewa maka mereka tidak akan mencoblos Nomor partai tersebut,

Oleh Rahmadpuji / Ketua Koperasi Khasanah Umat/Sengata