solusi kenaikan BBM Rp.500/ liter untuk rakyat

SOLUSI KENAIKAN HARGA PANGAN DAN BBM
 “ MEMBELI DAN MENABUNG “ 

Kenaikan harga pangan dan BBM nampaknya sudah tidak terkendali lagi bahkan untuk turun kembali ke harga semula tidak mungkin, hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu stock pangan dunia yang sudah mulai berkurang akibat bencana alam dan kondisi pertanian kita yang sudah tidak memadai akibat bencana alam dan lain-lain. 

Indonesia Negara yang kaya Raya akan hasil buminya juga merasakan dampak tersebut terutama untuk kebutuhan sembilan bahan pokok yang sangat dirasakan berat oleh masyarakat golongan menengah kebawah, harga beras yang semula Rp.3.500 naik menjadi Rp.7000 / Kg kenaikan mencapai 100 persen dalam tempo 4 bulan, demikian juga Minyak goreng dan Susu formula untuk bayi. 

Kenaikan harga BBM sekarang tentu berdampak naiknya lagi harga pangan dan biaya transportasi, tidak ada pilihan lain bagi masyarakat, harus bisa mencari alternatif lain agar bisa bertahan hidup.yaitu harus bisa memanfaatkan tanah halaman rumah dengan tanaman singkong dan menanam sayuran, serta membuat pengganti lauk pauk, dengan berbagai macam cara untuk penghematan biaya hidup.

Masyarakat yang menjadi warga miskin nampaknya semakin bertambah akibat dari beban biaya hidup yang semakin berat, Mengapa kekayaan hasil bumi kita tidak mampu untuk mensejahterakan rakyat indonesia ?  Padahal kekayaan Hasil bumi kita seperti batu bara, minyak, dan Gas bumi serta lain-lain. kalau Rp.500 saja dari hasil penjualan batu bara atau minyak untuk rakyat miskin maka sudah bisa mengatasi kemiskinan, coba anda bayangkan satu tahun saja berapa produksi batu bara dan minyak kita di Indonesia?

Pengadaan dana BLT ( Bantuan Langsung Tunai 100 ribu per bulan atau Rp. 3.333 perhari ) oleh pemerintah tidak efectif mengatasi beban hidup masyarakat kelas bawah, karena pengadaan pasar murah atau bazaar hanya berlaku dalam sehari atau satu minggu saja. Sehingga uang BLT yang mereka terima tidak sesuai untuk kebutuhan sehari-hari. ( cukupkah Rp.3.000. untuk makan per hari dalam satu keluarga  2 orang atau 3 orang )

Kenaikan harga BBM sebaiknya Rp. 500 ,per liter untuk mengatasi kemiskinan yaitu dari hasil penjualan di dalam negeri, seumpama penjualan BBM didalam negeri mencapai = 600.000.000 liter X Rp.500 =   Rp. 300.000.0000.000 ( tiga ratus Milyar )   bisa dibagi untuk 300 kecamatan. ( 1 milyar per kecamatan ) untuk pembelian Sembako atau beras saja.

Sehingga dana BLT   yang mereka terima dapat mereka gunakan sesuai untuk membeli Sembako murah dan dapat mengatasi melonjaknya harga pangan dipasaran buat warga miskin. karena selama ini bila ada terjadi kelangkaan bahan pangan bisa melonjak kenaikan harga dua kali lipat ( 100 % ) seperti yang terjadi pada minyak goreng dan Gas Elpiji.

Pemerintah sebaiknya mendirikan sebuah toko permanen untuk Masyarakat kelas bawah dengan nama ( Toko MASKABA ) Toko Sembako masyarakat kelas bawah . yang diadakan disetiap Kecamatan. Atau ditangani oleh Swasta maupun koperasi dengan harga ketentuan dari pemerintah, karena selama ini harga sembako tidak terkendali kenaikannya dan tidak ada control harga dari pemerintah.

Pemerintah mengadakan harga jual beras misalnya harga 4.500. per kg untuk masyarakat kelas bawah untuk yang membeli mendapat tabungan Rp.500 per KG. Dengan contoh Perincian Pembelian dalam satu bulan :

1. Membeli Beras 50 Kg   / bulan               50 Kg  X Rp. 500 = Rp. 25.000 

2. Membeli Gula pasir 15 Kg   / bulan       15.kg  X Rp. 500 = Rp.    7.500

3. Membeli Tepung 15 Kg / bulan               15.kg  X Rp. 500 = Rp    7.500

4. Membeli Minyak goreng 25 Ltr /bulan     25 Ltr X Rp. 500 = Rp  12.500

5. membeli minyak tanah    25 liter / bulan  25.Ltr X Rp. 500 = Rp.  7.500

=====================================   Jumlah   =  Rp. 65.000

Maka dalam satu bulan mempunyai tabungan Rp.65.000   ( Enam puluh lima ribu rupiah ) untuk Lima jenis barang.

Pembelian harga barang dibatasi sesuai jumlah diatas seperti beras hanya 50 KG saja Per Kepala keluarga, hal ini menjaga agar tidak dijual ke orang yang mampu..

Warga miskin yang terdaftar di buatkan kartu anggota dan nomor rekening tabungan. Kemudian   hasil tabungan masing2 di data di Toko tersebut, keuangan tabungan di setor ke Bank  atau didepositokan per bulan.

Dengan adanya system ini maka masyarakat kita yang kurang mampu, akan mempunyai tabungan masa depan yang cerah untuk anak2 nya.

Dapat diambil dalam tempo 1 tahun yaitu  Rata-rata pemebelian per bulan mendapat tabungan Rp.65.000 X 12 bulan = Rp.780.000. ( Tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah )

Penjual dan Pembeli sama2 untung, maka kesejahteraan masyarakat akan tercapai dengan adanya system “ Membeli dan Menabung “ ini

System ” Membeli dan Menabung” juga dapat diterapkan di Supermarket untuk [b]untuk menjaring pembeli tetap, untuk semua lapisan masyarakat yang kaya maupun yang miskin dengan [/b] cara yaitu :

Untuk Pembeli mendapat 3 % ( Tiga persen ) dari Total pembelian harga barang selama satu bulan.

misalnya  Rp.2.000.000 X 3 %  = Rp. 60.000 ( enam puluih ribu rupiah ) per bulan.

Pembelian selama satu tahun rata-rata = Rp.2.000.000. X 12 bulan = Rp.24.000.000 ( dua puluh empat juta rupiah )

Maka dibayar dalam satu tahun Rp. 24.000,000 X 3% = Rp. 720.000 (Tujuh ratus dua puluh ribu rupiah )

Uang  simpanan anggota Di DEPOSITOKAN misalnya : 1000 orang  X Rp. .60.000 = Rp.60.000.000 X 2 %   = Rp. 1.200.000 ( Satu juta dua ratus ribu rupiah )  DEPOSITOKAN per bulan 2 % = Rp. 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu rupiah ) Keuntungan per bulan.

Dengan sistem ini maka antara penjual dan pembeli sama-sama untung.maka terjalin ” bisnis bersama ” dan terjaring langganan pembeli.serta dapat mengatasi kemiskinan.

Dengan adanya sistem membeli dan menabung akan tercapai kesejahteraan bagi rakyat Indonesia..

Oleh : Rahmadpuji / Ketua Koperasi khasanah umat Sengata / HP.081346457074

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulis sebuah Komentar

Anda haruse Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.